Influencer Marketing - Setiap hari kita melihat fenomena seseorang yang melakukan ulasan terhadap makanan & resto, endorse suatu produk, traveling ke banyak obyek wisata, sampai menjadi brand ambassador suatu merek. Fenomena tersebut adalah aktivitas marketing yang diberi nama influencer marketing. Influencer marketing adalah strategi pemasaran yang menggunakan jasa influencer. Influencer sendiri artinya seseorang yang memiliki "influence" atau pengaruh cukup besar dan memiliki jumlah followers yang banyak di media sosial. Pada awalnya, influencer hanya berasal dari public figure, blogger, ataupun youtuber. Seiring perkembangannnya, "orang biasa" yang memiliki fokus pada suatu bidang dan memiliki banyak followers sudah dapat dikatakan sebagai influencer. Mengutip Glints, yang menjadi kekuatan utama seorang influencer adalah kemampuannya dalam meng-influence. Oleh sebab itu, banyak pemilik merek yang melihat keunggulan tersebut dan mengajak bekerja sama dengan influencer yang ada. Di industri waralaba & kemitraan, pelaku bisnis dapat menggunakan strategi ini untuk memasarkan mereknya. Tak jarang, dari kalangan influencer juga turut meramaikan dengan memiliki bisnisnya ataupun menjadi brand ambassador merek yang bersangkutan. J&T Express, Burger Bross, Geprek Bensu, Ngikan dan sebagainya adalah contoh-contoh bisnis yang terdapat campur tangan influencer di dalamnya. Oleh karena itu, penting bagi pelaku bisnis untuk dapat memahami strategi influencer marketing. Memperbesar Pasar            Keunggulan ini erat kaitannya dengan jumlah followers dari influencer. Misalnya, Anda menggunakan jasa influencer untuk review makanan. Semakin banyaknya jumlah followers dari influencer akan meningkatkan peluang makanan Anda dilihat oleh calon konsumen. Katakanlah akun media sosial bisnis Anda memiliki 3000 followers. Dengan menggunakan jasa influencer yang memiliki 200 ribu follower, maka bisnis Anda akan mengalami peningkatan visibility. Membangun Kepercayaan Biasanya orang-orang mengikuti influencer di media sosial karena memiliki ketertarikan pada minat yang sama, bahkan ada yang cenderung menjadikannya ‘idola’. Hal ini dapat menjadi keuntungan apabila merek bekerja sama dengan influencer tersebut. Karena, peluang merek mendapat kepercayaan akan meningkat sebab dipromosikan oleh idolanya. Beberapa waktu lalu ada merek bisnis minuman yang bahkan produknya belum rilis, tetapi akun resmi instagramnya sudah memiliki ratusan ribu followers. Hal itu dapat terjadi karena bisnis tersebut adalah milik salah seorang influencer. Fenomena ini menjelaskan kepada kita, bahwa influencer sangat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan target market. Mencapai Target Audiens Tepat Sasaran Umumnya influencer datang dengan bidang dan ciri khas tersendiri. Hal tersebut bisa dimanfaatkan pemilik bisnis untuk menyesuaikan dengan spesifik audiens seperti apa yang cocok dengan bisnisnya. Misal, seorang pebisnis dalam bidang kuliner kekinian dapat menggunakan jasa influencer yang sering melakukan review makanan kekinian (food blogger). Meningkatkan Brand Awareness Bekerja sama dengan influencer dapat meningkatkan brand awareness produk lebih cepat. Seperti yang sudah disinggung pada poin pertama, jumlah followers di media sosial tersebut dapat menjadi “batu loncatan” agar produk Anda lebih banyak dilihat untuk kemudian dikenali. Biaya yang Lebih Terjangkau Dibandingkan dengan medium iklan melalui TV ataupun papan baliho, menggunakan influencer relatif jauh lebih terjangkau. Biasanya masing-masing influencer mempunyai biaya yang berbeda-beda, mulai dari yang gratis (hanya memberi produk saja) sampai ke influencer “papan atas” dengan biaya yang besar. Hal ini memberi pilihan bagi Anda untuk dapat menyesuaikan influencer yang sesuai dengan budget marketing yang ada. Apakah Anda tertarik menerapkan influencer marketing? Referensi GLINTS REDCOMM TOKOPEDIA __________________________________________________________________________________________ Baca seputar pengembangan bisnis lainya, di sini!