Klikfranchise

Klikfranchise.com - Tempat


Our Blogs

with tag "lokasi"
Blog post
18 Agu'21

Jenis Lokasi Usaha

Berikut ini beberapa jenis lokasi usaha yang perlu Anda pahami karakteristiknya. 1.  Non-Tradisional Lokasi yang masuk kelompok non-tradisional antara lain lokasi-lokasi khusus dengan keramaian yang khas seperti bandar udara (bandara), stasiun kereta api, pelabuhan, kampus, dan tempat-tempat wisata seperti Ancol, Taman Safari, dan sebagainya. Karakteristik lokasi ini adalah captive market dari lokasi tersebut. Biasanya biaya sewa tempat-tempat ini relatif tinggi, tapi harga jual produk kita di sana bisa lebih tinggi pula daripada lokasi lainnya. Karena pasarnya captive dan yang melewati area tersebut pasti banyak, maka biasanya tidak dibutuhkan biaya tinggi untuk beriklan di media massa. Kalaupun omset tidak cukup untuk menutupi biaya operasional, kadang “rugi tipis” di lokasi-lokasi “high traffic” ini dianggap sebagai biaya beriklan. Di tempat-tempat seperti ini akan diperoleh paparan untuk meningkatkan awareness terhadap produk dan merek yang dijual. Tentu saja perlu diperhatikan apakah profil orang yang lalu lalang cocok dengan profil target market Anda.   2.  Pusat Kota Yang dimaksud dengan lokasi Pusat Kota adalah lokasi di pusat keramaian kota. Biasanya ada banyak ruko yang berderet di sepanjang jalan tersebut, dan ini bisa berarti kompleks ruko pula. Contohnya adalah deretan ruko (di Jakarta) di sepanjang jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, Sawah Besar, Mangga Besar, atau Kompleks Ruko ITC Roxy, Kompleks Ruko Puri Niaga, dan sebagainya. Lokasi Pusat Kota juga menjanjikan high visibility (tingkat keterlihatan yang sangat tinggi) dari orang-orang dan kendaraan yang melintas (bila ruko Anda menghadap jalan raya). Lokasi yang menghadap ke jalan raya ini tentu lebih mahal harga sewa atau harga beli propertinya. Kendala dari lokasi ini adalah area parkir yang terbatas. Pelanggan tak jarang mengalami kesulitan mencari tempat parkir untuk kendaraannya. Untuk lokasi di dalam Kompleks Ruko, bila lokasi Anda tidak menghadap ke jalan raya maka yang akan menjadi tantangan adalah visibility (keterlihatan) ruko gerai Anda. Anda harus mencantumkan peta atau denah lokasi bila Anda hendak mendistribusikan brosur promosi.   3.  Strip Centre Sedikit berbeda dengan kompleks ruko yang dimaksud di atas, strip centre adalah deretan ruko yang berada dalam suatu kompleks (bukan di dalam mal) yang memiliki anchor tenant seperti Carrefour (contoh di sekitar ITC BSD dan Grand ITC Permata Hijau) di gedung utamanya. Gedung utama ini bisa berupa mal atau plaza, atau sekedar gedung anchor tenant tersebut. Memiliki bisnis di lokasi Strip Centre ini kadang tidak dapat bergantung sepenuhnya pada anchor tenant, terutama bila titik lokasinya tidak terlalu dekat dengan pintu masuk dan keluar dari anchor tenant. Jadi bila merasa membutuhkan traffic dari anchor tenant, maka carilah lokasi yang dekat atau dilalui oleh orang-orang yang menuju lokasi anchor tenant tersebut.   4.  Mall & Trade Centre Yang dimaksud dengan mall adalah bangunan yang tidak dijual kepada penghuni atau tenant. Para tenant pada umumnya menyewa kepada pemilik atau manajemen gedung.  Sebaliknya, trade centre biasanya dijual kepada penghuninya. Itu sebabnya, perawatan mall biasanya lebih berkelas dibandingkan dengan trade centre. Bangunan yang lebih kecil dari mal, tapi statusnya juga sewa, biasanya disebut plaza. Meski demikian adapula bangunan sekelas mal yang disebut plaza. Keuntungan dari berada di mall tentu saja parkir yang luas. Ketika cuaca hujan maka mal dengan fasilitas parkir di basement biasanya menjadi pilihan yang disukai karena akses dari parkir menuju mal yang nyaman di kala hujan. Berada di dalam mall biasanya memiliki konsekuensi tidak boleh tutup di hari Minggu maupun hari libur nasional. Renovasi di mal biasanya dilakukan di malam hari, sehingga biayanya lebih tinggi karena ongkos pekerjanya lebih mahal. Terkait biaya opeasional, ada mal yang relatif murah biaya service charge-nya, tapi kemudian mahal di biaya gas (LPG/LNG), atau di biaya listrik dan airnya. Jadi ketika survey harus mengumpulkan data selengkap-lengkapnnya.   5.  Stand-Alone Suatu gerai disebut stand-alone bila berdiri sendiri, tidak berada di kompleks ruko atau deretan ruko yang memberi kesempatan “pelanggan tetangga” untuk tahu dan mampir ke tempat Anda, serta tidak berada di lokasi “tempat umum” yang memberikan captive market seperti bandara, stasiun dan kampus. Tentu saja gerai stand-alone ini memiliki tantangan besar, yaitu harus bisa mendatangkan pelanggan tanpa bergantung pada pihak-pihak lain. Contoh stand alone yang cukup sering kita jumpai adalah gerai McD, KFC, Pizza Hut, Dunkin Donuts, Boncafe, Bon Ami, dan ayam goreng Richeese Factory. Related ArticlesSeleksi Lokasi RestoChecklist Pertimbangan Lokasi

Read More (963 views)
Blog post
18 Agu'21

Seleksi Lokasi Resto

Ada 5 (lima) faktor penting untuk dipertimbangkan dalam memilih lokasi untuk bisnis restoran. Namun sebelum itu, kita perlu memastikan lebih dulu konsep restoran seperti apa yang hendak kita jalankan. Dari konsep ini kita harus memahami profil market atau pelanggan yang kita sasar. 1.  Kecukupan Pasar Salah satu hal yang selalu menjadi isu penting sebenarnya adalah kecukupan pasar, terkait dengan konsep restoran kita. Menjual makanan dengan harga tinggi, tapi masuk ke dalam mall kelas menengah, itu seperti melakukan tendangan gol bunuh diri. Menjual jenis makanan Eropa seperti pasta sebaiknya jangan di dalam wilayah masyarakat yang mayoritasnya lebih menyukai masakan tradisional Indonesia. 2.  Kecukupan Parkir Sudah menjadi rahasia umum bahwa lokasi di dalam mall memiliki keuntungan berupa kecukupan parkir yang berlimpah, meski ada mall yang super-crowded pada hari-hari akhir minggu. Tentu saja kemewahan kecukupan parkir ini memiliki konsekuensi biaya sewa yang tinggi. Karena mall cenderung memiliki jumlah pengunjung atau traffic tinggi, maka biaya sewa yang tinggi ini terobati dengan tingginya angka penjualan. Kecukupan parkir ini tentu bisa juga dimiliki tanpa harus berada di mall. Beberapa restoran yang terlihat menyediakan lahan parkir yang luas tanpa harus berada di dalam mall antara lain RM Sederhana dan Boncafe. Sementara itu, di sekitar Jalan Senopati Jakarta Selatan, kekurangan lahan parkir disiasati dengan jasa valet gratis (bayar sukarela). Meski demikian tentu tidak semua orang merasa nyaman melepas kunci mobil kepada petugas valet. Catatan: belum ada data yang pasti mengenai dampak taksi online terhadap aspek kecukupan parkir ini. Hingga sekarang para pengusaha restoran masih mengakui bahwa kecukupan parkir merupakan aspek penting yang menjadi pertimbangan mereka. 3.  Akses ke Lokasi Pengertian akses ke lokasi ini tentu saja kemudahan mencapai lokasi tersebut. Hal ini bisa berarti dilalui trayek kendaraan umum, letak putar balik (u-turn), kedekatan dengan lokasi tujuan wisata (misal: Ancol), juga kedekatan dengan sekolah bila profil pelanggannya adalah orang tua yang menjemput anak-anak mereka. 4.  Keterlihatan Keterlihatan atau visibility berarti titik lokasinya. Misal bila di dalam kompleks ruko dan berada di bagian dalam kompleks, apabila traffic tidak tinggi di sebelah dalam ini, maka keterlihatannya akan menjadi sangat rendah dan peluang mendapat pelanggan banyak juga lebih rendah dibandingkan dengan ruko di dalam kompleks tersebut yang posisinya menghadap ke jalan raya. Fakta yang sering kita jumpai, keberadaan pohon besar dan rimbun di depan ruko kadang juga bisa mengganggu keterlihatan bisnis kita, dan mengganggu peluang mendatangkan banyak pelanggan. 5.  Keamanan & Kenyamanan Satu hal lagi yang perlu diperhatikan dan diteliti adalah faktor keamanan dan kenyamanan. Lokasi yang banyak preman, gangguan parkir, dan rawan kejahatan tentu harus dihindari. Related ArticlesJenis Lokasi UsahaChecklist Pertimbangan Lokasi

Read More (896 views)
Blog post
17 Agu'21

Checklist Pertimbangan Lokasi

Berikut ini 12 checklist dalam mempertimbangkan suatu lokasi: 1. Biaya Sewa dan Biaya Terkait (Iuran Lingkungan, dsb) – Pastikan sesuai anggaran. 2. Luas Lantai – Ketersediaan luas lantai yang dibutuhkan harus dipertimbangkan pula, karena mengurangi luas lantai akan mengurangi potensi omset penjualan Anda. 3. Daerah Tujuan – biasanya membuka usaha kuliner di lokasi yang sudah jadi pusat jajan merupakan pilihan yang lebih baik daripada berdiri sendiri; namun untuk bisnis laundry kiloan mungkin lebih baik menghindari lokasi yang sudah penuh sesak dan terjadi perang harga sehingga margin menjadi tidak sehat lagi. 4. Tempat Parkir – Bila target market Anda pengguna mobil, maka kecukupan tempat parkir perlu mendapat perhatian khusus, meski kekurangan lahan parkir ini dapat disiasati dengan layanan valet gratis seperti yang kita jumpai di Jalan Senopati Jakarta yang sudah jadi pusat kulineran. 5. Mudah Terlihat (High Visibility) – Apakah mudah terlihat saat berjalan kaki melintas, atau dari dalam mobil dan dari atas motor yang sedang melaju. 6. Kemudahan Akses – Apakah mudah dicapai dari segala arah; kadang ada lokasi yang kurang mudah dicapai hanya karena u-turn (putaran balik) terlalu jauh dan hal ini mempengaruhi potensi pencapaian omset. 7. Traffic Generator – Lokasi yang sudah punya “penarik traffic” seperti Bank BCA, McD, Indomaret, Alfamart bisa juga menjadi pertimbangan. Meski demikian traffic mereka harus sesuai dengan profil target market Anda. 8. Jumlah Traffic – Beberapa pelaku bisnis melakukan observasi satu minggu penuh untuk menghitung jumlah orang yang lewat dan yang masuk toko sekitar setiap harinya, sambil mencatat peak hours (jam-jam ramai). 9. Jumlah Pelanggan Potensial – Memahami profil pelanggan merupakan langkah awal yang harus ditindaklanjuti dengan memahami posisi pelanggan berada, apakah lokasi yang Anda survei berpotensi mendatangkan pelanggan dalam jumlah yang cukup. Bila target pelanggan Anda kelas menengah, hindari mall yang profil pengunjungnya kelas atas (kecuali Anda pernah membuktikan bahwa bisnis Anda tidak terpengaruh oleh klasifikasi mall seperti itu). 10. Kemudahan Mencari Pegawai – Konon ada beberapa lokasi yang sulit mencari pegawai, karena perkampungan di sekitarnya sudah habis digusur. Memang hal ini bisa disiasati dengan pegawai dari daerah dan “tinggal di dalam” (bila memungkinkan). 11. Keamanan – Nah yang satu ini perlu jadi pertimbangan juga. Ketidaknyamanan akibat banyak preman yang mengganggu pelanggan akan mengganggu omset Anda pula. 12. Zoning – Di beberapa lokasi Anda perlu memahami zoning. Kalaupun aparat tidak ketat terkait peruntukan bangunan, beberapa bisnis yang butuh menurunkan barang dari truk container harus memeriksa apakah lokasinya dapat dilewati truk container. Franchising itu “cloning sistem bisnis secara keseluruhan” dan “cloning lokasi dengan karakteristik yang sudah terbukti sukses”. Jadi, jam terbang dan pengalaman Anda turut menentukan dalam mengambil keputusan terkait lokasi ini. Kecuali franchisee nya paham dan siap dengan risiko kegagalan yang lebih tinggi, saya biasanya menyarankan klien saya untuk membuka sendiri lebih dahulu, kalau karakteristik lokasinya berbeda dengan pengalaman sukses mereka. Setelah terbukti karakteristik lokasi seperti itu juga bisa berhasil, karakteristik lokasi tersebut dapat ditawarkan kepada franchisee. Related ArticlesSeleksi Lokasi RestoJenis Lokasi Usaha

Read More (1406 views)