Klikfranchise

Klikfranchise.com - Tempat


Our Blogs

with tag "master-franchise"
Blog post
18 Apr'22

Apa itu Master Franchise?

Pernahkah anda terpikir bagaimana perusahaan sebesar dan sejauh McDonald’s, KFC, 7-Eleven, Burger King, dan Starbucks yang berasal dari AS mengelola keseluruhan gerainya? Padahal letaknya sangat jauh & jumlahnya amat banyak. Well, salah satu jawabannya adalah master franchise. “Master franchise adalah pihak yang menjadi perpanjangan tangan franchisor dalam menawarkan dan/atau menjalankan merek franchise di wilayah tertentu.” Anda dapat menganggap master franchise adalah “franchisor-nya” wilayah tertentu atau mini franchisor. Hal itu karena, franchisor memberikan hak & kewajiban “khusus” kepada master franchise untuk menjadi cloning-an mereka. Hak & Kewajiban Master Franchise Master franchise berkewajiban menjalankan system & operational franchise seperti franchisor, meliputi recruiting franchisee, memberi support & pelatihan, mengkoordinir kegiatan marketing, dan sebagainya. Sebagai gantinya, master franchise berhak mendapatkan biaya-biaya yang seharusnya franchisee berikan ke franchisor seperti franchise fee, management fee/royalty fee/marketing fee, bahkan merchandising fee. Selain franchisor diuntungkan karena sudah punya cloning-an dirinya di tempat yang sulit dijangkau dan sudah pasti meringankan pekerjaannya, franchisor juga berhak mendapat master franchise fee sesuai kesepakatan. Karena kewajiban master franchise yang berat dan hampir sama dengan franchisor, maka franchisor harus benar-benar jeli dan teliti dalam memilih siapa master franchise-nya. Karena berbeda dengan memilih franchisee yang masih diperkenankan untuk pebisnis pemula, memilih master franchise haruslah mereka yang sudah berpengelaman dan kompeten. Jangan sampai franchisor memilih pihak yang hanya mengejar keuntungan saja dan tidak kompeten, hal tersebut tentu membahayakan perkembangan merek. Master Franchise vs Area Deevelopment Dalam pelaksanaannya, franchisor dapat memilih pengembangan merek di lokasi yang jauh dengan master franchise ataupun strategi area development. Pembeda utama diantara keduanya adalah subfranchising dan biaya. Subfranchising diketahui adalah hak yang dimiliki master franchise untuk dapat menawarkan peluang franchise kepada masyarakat umum. Jika tidak menawarkan peluang franchise kepada masyarakat umum dapat kita sebut strategi area development. Sementara itu, area development adalah strategi pengembangan franchise di mana adanya perjanjian kerja sama untuk memiliki lebih dari satu unit franchise (multi-unit franchise) antara franchisor dengan mitra di suatu wilayah (area developer). Hal ini adalah yang dilakukan oleh PT Rekso Nasional Food sebagai pemegang jaringan McDonald’s di Indonesia. Selain persoalan hak subfranchising, perbedaan master franchise dan area development juga terletak pada struktur biaya. Area development diketahui memiliki struktur biaya yang lebih “ramping” karena laba usaha hanya dibagi ke dua pihak, yaitu franchisor dan area developer. Sementara master franchise dibagi ke tiga pihak, yaitu franchisor, master franchise, dan subfranchisee (franchisee dari master franchise). Mengapa Perlu Strategi Master Franchise dan Area development? Seperti yang sudah disinggung sebelumnya jarak yang jauh, jumlah gerai, budaya yang tentunya memengaruhi “taste”, regulasi, bahasa, mata uang, sampai zona waktu turut menjadi pertimbangan penting dalam memilih strategi ini. Selain itu, bagaimanapun juga pengembangan franchise harus diperkuat dengan pemahaman “lokal” yang kuat, sehingga merek dapat beradaptasi dengan baik. Seperti contoh McDonald’s Indonesia berinovasi dengan membuat menu nasi dan fried chicken yang sebelumnya tidak ada di McDonald’s asalnya. Referensi Finansialku Franchise Info Majalah Franchise

Read More (1632 views)
Blog post
14 Apr'22

Wajib Tahu: 6 Pilihan Strateg…

Penawaran Waralaba pada umumnya menggunakan skema Single Unit Franchise, yang berarti hanya untuk SATU lokasi saja. Sebenarnya ada 6 pilihan strategi penawaran waralaba (franchise) sebagaimana akan dijelaskan dalam blog ini. Single Unit Franchise Melalui penawaran Single Unit Franchise (SUF), franchisor hanya memberi hak kepada franchisee untuk memiliki satu outlet saja. Bila hendak membuka outlet kedua, maka franchisee akan menandatangani perjanjian waralaba SUF yang baru lagi. Multi-Unit Franchise Melalui penawaran Multi Unit Franchise (MUF), franchisor memberi hak kepada franchisee untuk memiliki sejumlah outlet dalam jumlah yang sudah ditentukan, dengan batas waktu tertentu untuk memenuhi jumlah outlet itu. Dengan skema ini, selain menggunakan persyaratan biaya awal yang disetor penuh di muka, bisa saja biaya awal waralaba dikemas (dipecah) dalam dua istilah, yaitu (1) biaya awal waralaba saat penandatanganan multi-unit franchise agreement, dan (2) biaya awal untuk setiap pembukaan outlet. Bila MUF dibatasi dalam wilayah tertentu (kota, propinsi, atau negara), maka kita bisa menyebutnya sebagai Area Developer dengan menggunakan perjanjian yang disebut Area Development Agreement. Area Development Sebagaimana dijelaskan tadi, Area Development adalah MUF dalam suatu wilayah tertentu, bisa satu kota, atau satu provinsi, atau satu negara. Untuk mengejar target jumlah unitnya dalam rentang waktu tertentu (biasa disebut Target Development), Area Developer tidak memiliki hak untuk subfranchising, namun bisa mengembangkan kerja sama dengan pihak lain dalam bentuk “sewa imbal hasil”. Ini yang dilakukan oleh KFC dan McD. Sewa imbal hasil ini bisa juga dalam bentuk sewa tanah dengan BOT (Build Operate Transfer) bangunannya. Tentu saat transfer nanti harus dihapuskan atau disamarkan ciri-ciri brand franchisor. Master Franchising Master Franchising itu semacam Area Developer tapi dengan hak subfranchising, artinya dapat menunjuk pihak lain sebagai pemilik unit bisnis. Master Franchisee biasanya memiliki peran yang sangat mirip dengan franchisor. Perbedaannya mungkin sebatas kepemilikan HKI dan “inti resep rahasia” (bumbu inti yang dirahasiakan pada waralaba bisnis kuliner) kalau ada. Master Franchisee wajib memiliki kemampuan dalam menyeleksi calon franchisee (subfranchisee), menyeleksi lokasi, menyelenggarakan pelatihan, audit, dan memastikan kelancaran system support di wilayahnya. Keputusan menggunakan strategi Master Franchising harus dilakukan dengan super hati-hati, karena margin keuntungan yang semula hanya berbagi antara franchisor dan franchisee kini harus dibagi kepada 3 pihak: Franchisor, Master Franchisee, dan Subfranchisee. Regional Franchising, Area Franchising Terkait dengan Master Franchising, muncul pula istilah Regional Franchising dan Area Franchising. Dua istilah ini biasanya dimaksudkan untuk area yang lebih kecil dari satu negara, dan pada umumnya diterapkan di negara-negara yang sangat luas seperti Amerika Serikat dan China. Bila istilah ini diterapkan dalam level Master Franchise, artinya tidak ada Master Franchise di antara Area Franchisee dan Franchisor, maka perlakuannya sama saja dengan Master Franchisee. Bila akan ada lagi Master Franchise di tengah-tengah mereka, maka tingkat laba bisnis menjadi sangat critical, karena akan dibagikan kepada 4 pihak, yaitu: franchisor, Master Franchisee, Regional/Area Franchisee, dan subfranchisee. Beberapa brand franchise tumbang karena menerapkan skema berbagi dengan 4 pihak ini. Multi-Country Master Franchising Salah satu bentuk Master Franchising yang kadang kita temui adalah pemberian hak Master Franchise untuk beberapa negara. Yang cukup umum adalah wilayah waralaba Singapura, Malaysia dan Indonesia sebagai satu kesatuan. Ada juga yang mendapatkan hak untuk negara Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Dalam memutuskan multi-country master franchising, tentu saja franchisor akan menilai kompetensi serta jaringan dan relasi bisnis dari kandidat multi-country master franchisee-nya. Catatan: Multi-Country Master Franchise ini kadang disebut Regional Master Franchise, artinya ketika kita mendengar istilah Regional Master Franchise maka kita perlu melakukan konfirmasi ulang, regional ini multi-country atau area franchise (negara bagian, atau provinsi di bawah suatu negara yang sangat luas).

Read More (1434 views)