Klikfranchise

Klikfranchise.com - Tempat


Our Blogs

with tag "mcdonalds"
Blog post
29 Okt'21

Bagaimana McD Menjadi Bisnis …

Ray Kroc adalah CEO pertama McDonald’s. Namun, Kroc bukanlah pendiri “yang sebenarnya” restoran ini. Kroc juga bukan yang memberi nama McDonald’s. McDonald’s didirikan oleh dua bersaudara Richard dan Maurice McDonald. Kroc muncul pada tahun 1954 sebagai seorang salesman multimixer yang dipesan oleh dua bersaudara McDonald. Pesanan itu membuat Kroc penasaran, karena ada sebuah restoran kecil yang memesan 8 multimixer sekaligus (jarang sekali terjadi). Kroc mulai mencari tahu mengenai McDonald’s dan kagum dengan konsep dan efisiensinya. McDonald’s menggunakan packaging sekali pakai yang jarang digunakan kala itu, membuat layanan yang tidak membutuhkan pramusaji, dan memangkas menu (hanya menjual menu yang memiliki penjualan tinggi; hamburger, kentang goreng, dan minuman). Kombinasi ketiga hal tersebut menjadikan McDonald’s sebagai solusi dari permasalahan restoran di AS kala itu, yaitu konsumen tidak perlu menunggu lama pesanan dan pemangkasan menu yang dilakukan membuat McDonald’s sangat efisien (sehingga bisa memberi harga murah). Melihat peluang emas dan tertarik dengan operasional bisnis McDonald’s, Kroc memutuskan untuk mengajak kerja sama dua bersaudara tersebut untuk mewaralabakan restorannya. Pada 15 April 1955, waralaba McDonald’s pertama kali dibuka di Des Plaines, Illinois. Pada tahun yang sama, McDonald's Corporation diluncurkan. Model waralaba McDonald’s waktu itu mengenakan biaya royalti sebesar 1,9% dengan pembagian 0,5% untuk McDonald bersaudara dan 1,4% sisanya untuk Kroc gunakan ekspansi McDonald’s.   Sonneborn dan Ide Bisnis Properti Revolusi pada model bisnis waralaba McDonald’s dimulai ketika Kroc bertemu dengan Harry J. Sonneborn (Sonneborn). Sonneborn memberi ide sederhana dengan menyarankan kepada Kroc yang akan mempercepat pertumbuhan gerai McDonald’s, "Miliki real estate yang nantinya akan dibangun waralaba McDonald’s". Dalam model bisnis ini (Model Sonneborn), McDonald’s akan membeli tanah yang nantinya akan digunakan penerima waralaba untuk menjalankan gerai McDonald’s. Kejeniusan model Sonneborn memberikan McDonald’s keuntungan dari biaya royalti waralaba, biaya sewa real estate (dengan mark up atau harga premium), dan dalam jangka panjang McDonald’s akan terus diuntungkan dengan peningkatan jumlah & harga real estate miliknya. Model Sonneborn akhirnya diterapkan pada tahun 1958 yang memberi peningkatan signifikan pada McDonald’s, dalam setahun 68 gerai berhasil didirikan. Perubahan ini mengakibatkan terjadinya perbedaan visi antara Kroc dengan McDonald bersaudara. Untuk mengakhiri konflik akibat beda visi, pada tahun 1961 Kroc membeli saham McDonald’s dari McDonald bersaudara. Sampai saat artikel ini ditulis, McDonald’s telah menjadi restoran cepat saji terbesar di dunia yang mengoperasikan lebih dari 39.000 gerai di seluruh dunia. Menjadikannya peringkat pertama dalam Top Global Franchises, peringkat kelima dalam Fastest Growing Franchises, dan peringkat kesebelas Franchise500 versi ENTREPRENEUR.COM tahun 2021. Referensi Entrepreneur.com McDonalds.com Whatisthebusinessmodelof.com

Read More (4749 views)
Blog post
27 Okt'21

McDonald’s: Bisnis Burger ata…

McDonald’s mendapat julukan "The World’s Largest Restaurant Company in The World ",karena berhasil mengoperasikan lebih dari 39.000 gerai restoran di lebih dari 119 negara. Meski lebih dikenal sebagai bisnis Burger, McDonald’s sering disebut tidak akan meninggalkan bisnis propertinya. Mengapa demikian? Peringkat #7 Kepemilikan Aset Properti & Real Estate Laporan keuangan McDonald’s tahun 2020 menyatakan total nilai aset property & real estate yang dimilikinya sebesar 41 Miliar Dollar (sebelum depresiasi). Nilai ini menjadikan McDonald’s  sebagai perusahaan peringkat ketujuh dengan aset property & real estate terbesar di dunia.        Biaya Sewa adalah Kontribusi Pendapatan Terbesar Berbeda dengan model bisnis franchise lainnya, pada umumnya McDonald’s mengharuskan franchisee-nya untuk sewa pada lahan dan bangunan milik McDonald’s. Berdasarkan laporan keuangan McDonald’s tahun 2020, kita jadi tahu kecemerlangan model bisnis ini. McDonald’s Financial Report, 2020 Biaya sewa memberi kontribusi pendapatan yang nilainya setara 64,1% dari total pendapatan yang diterima McDonald’s pada tahun 2020. Ini adalah porsi yang sangat besar, angka tersebut bahkan lebih besar dari total biaya royalti dan biaya waralaba yang diterima McDonald’s. McDonald’s sebagai franchisor menerima pendapatan dari setiap franchisee berupa: Franchise fee $45.000 Biaya sewa $228.000 atau ekivalen 28% dari target penjualan 4% komisi penjualan atau royalti bulanan Biaya iklan & promosi (minimal 4%) McDonald’s adalah pemilik tanah dan bangunan yang disewa oleh franchisee. Nilai aset property & real estate ini mengalami peningkatan setiap tahunnya. Catatan: Revolusi pada model bisnis McDonald’s dimulai ketika Ray Kroc bertemu dengan Harry J. Sonneborn (Sonneborn). Sonneborn memberi ide sederhana dengan menyarankan kepada Kroc yang akan mempercepat pertumbuhan gerai McDonald’s: "Miliki real estate yang nantinya akan dibangun Waralaba McDOnald's". Bagaimana McDonald's menjadi bisnis properti, baca di sini Bagaimana menurut Anda, McDonald’s lebih cocok disebut bisnis burger atau properti? Referensi Entrepreneur.com Whatisthebusinessmodelof.com                                        

Read More (2054 views)