Waralaba untuk pensiunan - Karena faktor usia, orang-orang yang menjelang pensiun cenderung menghindari risiko tinggi. Bila berinvestasi, mereka memerlukan penghasilan yang relatif stabil. Hal ini sangat penting, terutama bagi pensiunan yang belum memiliki pundi-pundi pengaman untuk kebutuhan rutin harian mereka. Waralaba sangat berpotensi membantu mereka untuk mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan rutin mereka. Waralaba Risiko Rendah Waralaba dengan risiko kegagalan yang rendah biasanya dapat ditelusuri dari sejarah dan perkembangan bisnis waralabanya. Jam terbang sangat menentukan di sini. Jadi yang perlu diperhatikan antara lain informasi mengenai kapan mulai berdiri, kapan mulai diwaralabakan, berapa jumlah gerai waralabanya, berapa yang berhasil dan berapa yang tutup, berapa yang beralih kepemilikan. Beralihnya kepemilikan perlu dicermati, meski tidak mutlak menunjukkan kurang baiknya manajemen dari waralaba tersebut. Namun dari sana kita bisa mencari jejak penyebab kegagalannya apa saja, apakah Anda dapat menghindarinya atau Anda melihatnya sulit dihindari?, Bertanya kepada pewaralaba mengenai kunci sukses dan faktor penyebab kegagalan juga sangat dianjurkan. Bertanya kepada pihak-pihak yang pernah menjadi terwaralaba juga patut dipertimbangkan, meski Anda harus hati-hati agar tidak termakan kekecewaan yang belum tentu karena kesalahan pewaralaba. Beberapa terwaralaba mengalami kegagalan karena salah kelola di pihak terwaralaba itu sendiri. Hobi  Hobi seringkali disebut sebagai petunjuk untuk menemukan minat dan hasrat (passion) anda. Kalau Anda hobi masak, ambil waralaba restoran. Bila Anda hobi mengajar, ambil waralaba pendidikan. Pernyataan tersebut separuh benar. Faktanya, hobi tidak identik dengan minat dan hasrat. Ada banyak detail lain yang harus diperhatikan, yaitu keterampilan, dan kemampuan menikmati rutinitas keseharian bisnis tersebut. Hobi mengajar juga harus memperhatikan tambahan mengenai rentang usia anak didik. Beberapa orang lebih dapat menikmati mengajar usia SMP dan SMA dibandingkan mengajar anak-anak usia balita , TK dan SD. Keterampilan Bila Anda bukan membeli waralaba yang menjadikan Anda investor pasif (model waralaba dari Indomaret dan Alfamart adalah investor pasif), maka anda harus punya ketrampilan kepemimpinan dan komunikasi dengan bawahan. Anda juga harus siap mental dalam menghadapi perilaku para pegawai Anda nantinya. Kesiapan mental, keterampilan kepemimpinan dan keterampilan komunikasi merupakan modal dasar Anda menjalani kesibukan rutinitas keseharian bisnis waralaba Anda. Bila Anda membutuhkan pelatihan mengenai keterampilan tertentu, tanyakan kepada pewaralaba untuk mengatasi kebutuhan Anda terkait keterampilan tersebut. Kecukupan Modal Informasi jumlah modal dari pewaralaba yang biasa dicantumkan dalam brosur seringkali dikecil-kecilkan untuk menarik minat calon investor. Komponen cadangan tunai awal yang biasanya dibutuhkan untuk menjaga arus kas hingga 6 bulan pertama seringkali tidak dicantumkan, demikian juga dengan biaya sewa. Bahkan beberapa waralaba tidak mencantumkan biaya renovasi, bila dianggap menggunakan ruko milik sendiri atau di garasi rumah. Pastikan Anda memiliki informasi yang jelas dan dana yang anda miliki benar-benar cukup untuk keperluan operasional 6 bulan pertama seandainya omset penjualan dalam 6 bulan pertama itu kurang memuaskan. Jangan sampai di tengah jalan, misal bulan ketiga, anda kehabisan modal sehingga harus menggadaikan mobil anda untuk menutup arus kas negatif. Waralaba itu meminimalkan risiko tapi tidak menihilkan risiko. Harapan saya, tulisan ini membantu para pensiunan dan calon pensiunan dalam memilih waralaba, juga bagi para pewaralaba dalam menyeleksi dan mengarahkan pensiunan untuk menjadi terwaralaba yang berhasil. Kecukupan modal di sini berarti pula masih ada cadangan tunai untuk kebutuhan pribadi, termasuk untuk kebutuhan darurat yang mendadak, dalam bentuk tabungan dan deposito. Juga, jangan letakkan telur dalam satu keranjang. Artinya selain investasi di waralaba, miliki pula investasi lainnya seperti reksadana, logam mulia, dan sebagainya. *Artikel ini pernah dimuat di Majalah Franchise Indonesia tahun 2015