Home

/

Blog

/

Checklist Pertimbangan Lokasi

Checklist Pertimbangan Lokasi

image Checklist Pertimbangan Lokasi

Berikut ini 12 checklist dalam mempertimbangkan suatu lokasi:

1. Biaya Sewa dan Biaya Terkait (Iuran Lingkungan, dsb) – Pastikan sesuai anggaran.

2. Luas Lantai – Ketersediaan luas lantai yang dibutuhkan harus dipertimbangkan pula, karena mengurangi luas lantai akan mengurangi potensi omset penjualan Anda.

3. Daerah Tujuan – biasanya membuka usaha kuliner di lokasi yang sudah jadi pusat jajan merupakan pilihan yang lebih baik daripada berdiri sendiri; namun untuk bisnis laundry kiloan mungkin lebih baik menghindari lokasi yang sudah penuh sesak dan terjadi perang harga sehingga margin menjadi tidak sehat lagi.

4. Tempat Parkir – Bila target market Anda pengguna mobil, maka kecukupan tempat parkir perlu mendapat perhatian khusus, meski kekurangan lahan parkir ini dapat disiasati dengan layanan valet gratis seperti yang kita jumpai di Jalan Senopati Jakarta yang sudah jadi pusat kulineran.

5. Mudah Terlihat (High Visibility) – Apakah mudah terlihat saat berjalan kaki melintas, atau dari dalam mobil dan dari atas motor yang sedang melaju.

6. Kemudahan Akses – Apakah mudah dicapai dari segala arah; kadang ada lokasi yang kurang mudah dicapai hanya karena u-turn (putaran balik) terlalu jauh dan hal ini mempengaruhi potensi pencapaian omset.

7. Traffic Generator – Lokasi yang sudah punya “penarik traffic” seperti Bank BCA, McD, Indomaret, Alfamart bisa juga menjadi pertimbangan. Meski demikian traffic mereka harus sesuai dengan profil target market Anda.

8. Jumlah Traffic – Beberapa pelaku bisnis melakukan observasi satu minggu penuh untuk menghitung jumlah orang yang lewat dan yang masuk toko sekitar setiap harinya, sambil mencatat peak hours (jam-jam ramai).

9. Jumlah Pelanggan Potensial – Memahami profil pelanggan merupakan langkah awal yang harus ditindaklanjuti dengan memahami posisi pelanggan berada, apakah lokasi yang Anda survei berpotensi mendatangkan pelanggan dalam jumlah yang cukup. Bila target pelanggan Anda kelas menengah, hindari mall yang profil pengunjungnya kelas atas (kecuali Anda pernah membuktikan bahwa bisnis Anda tidak terpengaruh oleh klasifikasi mall seperti itu).

10. Kemudahan Mencari Pegawai – Konon ada beberapa lokasi yang sulit mencari pegawai, karena perkampungan di sekitarnya sudah habis digusur. Memang hal ini bisa disiasati dengan pegawai dari daerah dan “tinggal di dalam” (bila memungkinkan).

11. Keamanan – Nah yang satu ini perlu jadi pertimbangan juga. Ketidaknyamanan akibat banyak preman yang mengganggu pelanggan akan mengganggu omset Anda pula.

12. Zoning – Di beberapa lokasi Anda perlu memahami zoning. Kalaupun aparat tidak ketat terkait peruntukan bangunan, beberapa bisnis yang butuh menurunkan barang dari truk container harus memeriksa apakah lokasinya dapat dilewati truk container.

Franchising itu “cloning sistem bisnis secara keseluruhan” dan “cloning lokasi dengan karakteristik yang sudah terbukti sukses”. Jadi, jam terbang dan pengalaman Anda turut menentukan dalam mengambil keputusan terkait lokasi ini.

Kecuali franchisee nya paham dan siap dengan risiko kegagalan yang lebih tinggi, saya biasanya menyarankan klien saya untuk membuka sendiri lebih dahulu, kalau karakteristik lokasinya berbeda dengan pengalaman sukses mereka. Setelah terbukti karakteristik lokasi seperti itu juga bisa berhasil, karakteristik lokasi tersebut dapat ditawarkan kepada franchisee.


Related Articles
Seleksi Lokasi Resto
Jenis Lokasi Usaha

Tags:

Share:

image writer

Utomo Njoto

Senior Franchise Consultant

FT Consulting

Email: utomo.ft@gmail.com

Popular Post

Loading...Loading...Loading...Loading...
kalkulator